Sabtu, Oktober 23
Shadow

Kecewa Tunjangan Di Potong, Ketua PPDI Bengkulu : Tunjangan Siap di Hilangkan Semua Asalkan Merata

BENGKULU UTARA.TUBARSNEWS.COM – Dalam perbub Nomor 11 Tahun 2021 perubahan Perbub nomor 4 Tahun 2021 Tentang tata cara Pengalokasian Dan Penetapan Rincian Alokasi Dana Desa dalam Kabupaten Bengkulu Utara Tahun Anggaran 2021, dalam lampiran perbub tersebut berimbas pada Tunjangan Perangkat Desa Mulai dari Sekdes, Kasi, Kaur dan Kepala Dusun terpotong, Operasional Pemerintah Desa, Operasional BPD juga terpotong, Wakil Ketua BPD, Sekretaris BPD dan Tunjangan Tenaga Kerja (JKK dan JKM) semuanya terpotong, namun Tunjangan Kepala Desa, Ketua BPD dan Anggota BPD masih tetap bertahan, ini akibat dari penarikan DAU oleh pusat dan Reforusing Anggaran Bengkulu Utara, hal ini Membuat Ketua PPDI Provinsi Bengkulu dan juga sekretaris Desa Datar Ruyung Kecamatan Kota Arga Makmur Ibnu Majah Kecewa terhadap Bupati Bengkulu Utara.

Ibnu Majah mengatakan saya sangat kecewa dengan ada pemotongan tunjangan hanya parades saja yang di potong, sedangkan kepala desa tidak di potong ada apa dengan kami parades ini, sedang yang bekerja siang malam dan pontang panting kesana kemari mulai dari melayani masyarakat sampai ke tehnis APBDESA desa kami parades yang jadi tonggaknya tambah lagi saat ini PPKM Mikro Desa kami bekerja penuh waktu dan 24 Jam, e pas pemotongan Tunjangan hanya kami parades saja yang kena potong di mana keadilannya, kami perangkat desa adalah bagian dari pemerintah desa sebagai membantu pekerjaan kepala desa dan melayani masyarakat, saya sangat kecewa dengan hal ini kata Sekdes Datar Ruyung.

Saya siap di potong semua tunjangan yang ada, akan tetapi semua di ratakan, mulai dari kades, sekdes, Kaur, Kasi, Kadun dan semua Pengurus BPD ini tidak ada yang di potong ada yang tidak, apa memang kami ini di anak ditirikan atau memang tidak di anggap sebagai perangkat pemerintah desa, pekerjaan menumpuk aturan terus berubah di tambah lagi kami fokus ke kantor desa mengurus desa, bantuan apapun perangkat desa tidak boleh nerima, saat ini udah hampir 4 bulan belum nerima siltap dan tunjangan, tau-tau ada pemotongan lagi apa gak kecewa. Belum lagi selama 4 bulan ini utang sana dan utang sini mencukupi kebutuhan rumah tangga kami ujar pria Kelahiran Bumi Pekal ini.

Saya mewakili Parades Bengkulu Utara berharap Bupati Bengkulu Utara dan DPRD Bengkulu Utara mencari solusi terbaik supaya Tunjangan kami tidak terpotong dan di kembalikan seperti semula, kami mengerti saat ini anggaran tidak menentu gara-gara Covid 19 terus mengancam kita, kalau memang tidak terelakkan lagi kami disini minta keadilan dan pemerataan, sakit satu sakit semua, senang satu senang semua jangan hanya parades saja di potong, potong satu potong semua, hilang satu hilangkan semua. Ya kalau memang gak ada solusi, kami dari 2.150 parades akan menemui Bapak Bupati dan Bapak serta ibu Anggota dewan terhormat untuk mencari solusi dengan baik. Dan juga harapan kami Perangkat desa jangan di pandang sebelah mata, karena kami punya anak, istri dan keluarga bahkan juga tanggaungjawab besar dalam memenuhi kebutuhan keluarga sehari hari, ujarnya.

Dan saya yakin Bapak Bupati Bengkulu Utara bisa mencari solusi dengan baik, intinya kami pertanyakan kenapa parades saja di potong, kepala desa tidak di potong. Jika mau di potong ya potong semua biar adil dan merata ujar Pria yang dapat gelar adat Rio Mudo Pekal Sakti Perkasa Alam . (Jbew)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *