TUBARNEWS.COM-Berbagai acara yang diselengarakan pemerintah kabupaten Kepahiang dalam perayaan hut ke 20 tahun. Masyarakat Kabupaten Kepahiang sebagai penonton terpukau akan aksi beberapa kesenian yang ditampilkan pada festival budaya kabupaten Kepahiang Umbung Kutei yang diadakan dari hari Kamis (8/1/2026 ) yang berlokasi di Rumah Adat Kabupaten Kepahiang.

Dihadiri oleh , asisten 2 provinsi Bengkulu , anggota dewan provinsi Bengkulu ,sekda Bengkulu,sekda kabupaten kepahiang DR .Hartono s,PD,sh,m.pd,MH , DIKBUD kabupaten kepahiang DR.nining f,p,s.pt,mm , ketua DPR kabupaten kepahiang,dan semua kepala desa kabupaten kepahiang,camat, asisten 1 dan asisten 2 kabupaten kepahiang,
Dasar penei adalah sebuah bingkai bambu sebagai wadah atau tempat mengikat alat-alat upacara. Penoi dibuat saat bekejei, hari panen atau menyambut tamu agung.
Upacara Kejei merupakan salah satu upacara terbesar masyarakat Rejang, yang diwarnai dengan pemotongan kerbau, kambing, dan sapi. Upacara Kejei sendiri merupakan acara adat. Dengan demikian, Tari Kejei dianggap sakral dan diyakini mengandung nilai dan makna tersendiri bagi masyarakat Suku Rejang.

Tari Kejei diyakini sudah ada sejak sebelum era Kerajaan Majapahit. Konon tarian ini pertama kali dipentaskan dalam pernikahan Putri Senggang dan Biku Bermano. Namun dari keterangan sejarah, Tari Kejei pertama kali dilaporkan oleh seorang pedagang Pasee bernama Hassanuddin al-Pasee.
Al-Pasee pernah berniaga ke wilayah Bengkulu sekitar tahun 1468 dan menyaksikan pementasan tarian ini. (Cun hamza)




