TUBARSNEWS.COM-Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H/2026 M, Pemerintah Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu memastikan pasokan bahan pangan aman, harga terkendali, dan distribusi terjaga. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemda melakukan pemantauan intensif di seluruh kabupaten Kepahiang.
“Langkah ini adalah komitmen konkret, bahwa negara hadir menjaga stabilitas ekonomi, terutama pada momentum yang sangat penting bagi keluarga dan masyarakat. Meski memang secara umum, pasokan komoditas pangan strategis di Kabupaten Kepahiang masih tersedia dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Idulfitri,” ungkap Bupati Kepahiang H.Zurdinata,Sp bersama Wakil Bupati Ir. Abdul Hafiz dan Sekda Dr. Hartono.

Konferensi Pers Hasil Pemantauan TPID Menjelang Idulfitri 1447 H/2026 M di Ruang Pemda Kepahiang volume permintaan bahan pangan masih dalam kondisi stabil, dengan peningkatan yang diproyeksikan terjadi mulai H-10. Distribusi dari distributor maupun supplier pun telah dipastikan berjalan lancar, dengan sistem pasok bekerja solid.
“Upaya antisipasi kami lakukan melalui penguatan stok serta koordinasi distribusi. Menjelang HBKN ini, kami pun terus mempercepat langkah strategis. Pertama, mengintensifkan pemantauan harga dan stok komoditas utama, baik pada stok pemerintah, gudang bulog, pasar tradisional, hingga tingkat produsen,” jelas Bupati.
Ia menambahkan, langkah strategis lain yang ditempuh Pemkab Kepahiang ialah memperkuat sinergi pengawasan bersama Satgas Pangan dan aparat penegak hukum untuk mencegah praktik penimbunan, gangguan distribusi, maupun kenaikan harga yang tidak rasional. Selain itu, dilakukan pula upaya memastikan kelancaran distribusi di wilayah Kabupaten Kepahiang dengan memprioritaskan kendaraan pengangkut bahan pangan melalui koordinasi bersama kepolisian dan Dinas Perhubungan.
“Semua ini dilaksanakan dalam kerangka Strategi TPID, yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Karena, ketersediaan pasokan dengan harga yang wajar adalah syarat utama bergeraknya roda ekonomi masyarakat. Ketika pasokan aman dan harga stabil, daya beli terjaga, pelaku usaha kecil tetap produktif, dan aktivitas ekonomi tumbuh dengan sehat,” paparnya.
Lanjut Bupati, dalam upaya mencapai stabilitas harga dan pasokan, Pemkab Kepahiang juga mengajak masyarakat untuk belanja mengutamakan kebutuhan, belanja bijak dan hemat, serta tetap rasional dalam berkonsumsi.
selain itu langkah-langkah pengendalian inflasi, mulai dari operasi pasar murah, pemantauan stok pangan, hingga gerakan tanam cabai dan jagung.
Pemerintah juga memperkuat program budidaya pangan strategis seperti padi, cabai, jagung, bawang merah, serta penyediaan bibit ternak sebagai upaya jangka panjang dengan berkoordinasi dengan kementrian pertanian.
Dalam upaya melakukan program dan kegiatan pengendalian inflasi, dibutuhkan sinergi, dukungan, koordinasi dan komitmen berbagai pihak, baik dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, Bulog, Satgas Pangan serta pihak terkait lainnya untuk menjamin terwujudnya stabilitas harga, tandasnya.

Terpantau dalam acara tersebut terlihat hadir
Bupati Kepahiang BPK H. Zurdinata Sp, Komandan kodim 0409/RL di wakili Pabung Kepahiang mayor inf Retno Suwarno, Kapolres Kepahiang di wakili Kabag logistik AKP Lilik S, Sekda kabupaten Kepahiang BPK Dr Hartono, Kepala Perwakilan dari Bank Indonesia provinsi Bengkulu BPK Wahyu Yuana Hidayat, Kepala Biro di wakili Kabag kebijakan perekonomian provinsi Bengkulu, Wakil Bupati Kepahiang BPK Ir Abdul Hafidz, Kepala Bulog kabupaten rejang Lebong, Asisten II bidang perekonomian dan pembangunan Pemda Kepahiang BPK Musi Dayan, Kajari di wakili kasubsi Datun BPK David, Kepala OPD kabupaten Kepahiang, Perwakilan dari BMKG kabupaten Kepahiang, Camat SE kabupaten Kepahiang dan Perwakilan dari Bank Bengkulu cabang Kepahiang, (Cun hamzah/adv)




