Sabtu, November 28
Shadow

Tidak Sesuai Kesepakatan, Pembukaan Badan Jalan Bayumas Baru Ditutup Warga

BENGKULU UTARA.TUBARSNEWS.COM-Setiap manusia, pasti sangat kesal ketika perjanjian yang telah disepakati akhirnya dilanggar. Sepertinya, permasalahan perjanjian ini, diduga sebagai penyebab Jalan Usaha Tani ( JUT) yang dibangun menggunakan Dana Desa (DD), ditutup pagar oleh pihak yang mengaku pemilik serta pengelolaan Tanah.

Kejadian penutupan jalan dengan cara membangun pagar itu, terjadi di Desa Banyumas Baru, Kecamatan Kerkap, Kabupaten Bengulu Utara, Provinsi Bengkulu.

Pembukaan Badan Jalan yang dibangun di desa itu, mendadak ditutup pagar oleh seorang warga yang mengaku sebagai pemilik tanah.

Panyebabnya pun terbetik, diduga hanya karena ada perjanjian yang sebelumnya telah disepakti, kemudian dilanggar oleh Kades Banyumas Baru.

Akibat jalan itu dipagar hingga kemudian tak bisa dilalui, tentu berdampak terjadinya gangguan bagi pengguna jasa jalan, tidak bisa lagi dilintasi kenderan bermotor yang setiap hari mengangkut hasil pertanian warga,tadinya melalui jalan itu.Sekarang mau-tak mau perpaksa mencari jalan lain.

Tidak hanya itu, jalan sepanjang ratusan meter yang ditutup,tentu tidak ada manfaat serta terkesan mubazir dengan begitu tentu berpotensi menimbulkan kerugian negara, karena dana pembangunannya dialokasikan dari DD mencapai ratusan juta rupiah.

Setelah ditelusuri Tubarsnews.com apa penyebab jalan itu ditutup pagar oleh seorang warga, sedikit terkuat penyebabnya.

Seperti diakui seorang warga Supraidno ( 50) sebagai pihak sipenutup jalan. mengatakan kepada wartawan media ini,

“Sebelum dikerjakan jalan tersebut.Saya sudah sampaikan ke pihak Desa yaitu Kades,kalau mau buat jalan tidak jadi masalah tapi yang kami hibahkan hanya 2 meter, kades mengiyakan,” kata Supraidno.

Lanjut dia lagi, ternyata ketika dikerjakan bukannya 2 meter justru 4 meter yang di doser dan itu semua tanah kita.Akan tetapi kesepakatan awal bahwa kades menyampaikan jalan yang mau di bangun 4 meter lebar, jadi 2 meter kita ambil lahan pak Praidno dan 2 meter lagi diambil sama tetanga berarti jalan tersebut pas di bangun perbatasan tanah.

“Kalau mau berurusan, berurusan dengan saya, dan jangan sama abang saya, karena yang bikin pagar itu kemarin saya,” tegasnya dengan nada kesal sembari menambahkan, kades itu tidak sesuai dengan janji awal,” kesal Supraidno.

Untuk mengetahui kebenaran pengakuan warga itu, Kepala Desa Banyumas Baru Purwanto, coba dikonfirmasi media ini,Senin (16/11) di kediamanya.Memamg bertemu, namun tak berselang beberapa menit Pak Kades tersebut masuk ke dalam rumah, beralasan disuruh masang gas, lama ditunggu akhirnya pak kades tidak juga keluar, terkesan seolah olah menghindar dari awak media.

Lantaran upaya konfirmasi tidak berhasil, akhirnya kami mencoba mengkonfirmasikan ke Nopi Indra selaku Camat Kerkap saat coba dikonfirmasi di kantornya, Selasa (17/11), tidak berhasil ditemui. Dan melalui via WhatsAppnya juga tidak digubris hingga berita ini naik tayang, pejabat pemerintahan desa dan kecamatan itu belum berhasil dikonfirmasi. (Sukiman)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *