Terkait Anak Kades Dapat BLTDD, Ini Kata Kepala Inspektorat Bengkulu Utara

oleh -262 Dilihat
oleh

TUBARSNEWS.COM – Kemelutnya Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD) Desa Tanjung Raman Kecamatan Kota Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara sudah menjadi buah bibir ditengah masyarakat.

Pasalnya, sebelum hal itu mencuat kepublik ada salah seorang masyarakat mengigatkan agar hal itu tidak direalisasikan lantaran anak kades masih dalam satu Kartu Keluarga (KK) dengan kades.

“Sebelum dio buming uku pernah semapei nan kades kerjo oo saleak, tapi coa si mingoa nadeakku, justru si benci nan uku. Artinya sebelum ini mencuat aku pernah ingatkan terhadap kades bahwa hal semacam itu tidak dibenarkan, namun tidak mau mendengar masukan kita, justru kita dibenci dan tidak mau menegur kita lagi, ” Ucap Warga Tanjung Raman.

Sementara, didalam aturan bahwa Pemerintah Desa mulai dari kades hingga perangkat desa dilarang menerima apapun bentuk bantuan. Karena mengambil berupa bantuan tentu harus menggunakan Kartu Keluarga atau Kartu Identitas Keluarga yang memuat data tentang nama, susunan, dan hubungan dalam keluarga serta identitas anggota keluarganya. Maka dari itu pemerintah melarang selain ada larangan mereka juga sudah memiliki penghasilan tetap (Siltap) berupa gaji setiap bulan.

Meski demikian, selaku kepala desa masih tetap memprioritaskan anaknya dapat bantuan bltdd dan hal itu juga terkesan disupport camat Kota Arga Makmur, sebab penyampaian camat ” Memang anak kades masuk data tapi tidak dibayar, ” sedangkan pakta yang ada hal itu dibayarkan hingga ke 6 bulan.

Dalam artian camatpun berani memberikan keterangan palsu dan terkesan ingin mengelabui wartawan serta mendukung adanya praktik nepotisme. Selain itu camat juga mengatakan akan disilpa ” Jika tidak sesuai aturan harus dikembalikan segera ke kas desa dan dijadikan silpa,” Kata Camat.

Dikarenakan camat sudah menyampaikan demikian maka wartawan ini mencoba konfirmasi terhadap Kepala Inspektur Inspektorat Kabupaten Bengkulu Utara Noprianto Silaban, SE, MM. Menyampaikan, Jum’at (28/6) bahwa ini perlu dipelajari terlebih dahulu materinya yang jelas kalau tidak sesuai ketentuan agar segera dihentikan.

” Kita pelajari dulu. Kalau tidak sesuai ketentuan agar segera dihentikan, ” Singkat Inspektur Inspektorat melalui pesan WhatsAppnya. (Jonbew)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *