Sabtu, Desember 3
Shadow

Tagih janji tak kunjung ditepati,BPD Dan Kades Walk Out Saat Musrenbangcam

BENGKULU UTARA.TUBARSNEWS.COM -kecewa dengan tidak dapat jatah Pembangunan dari Kabupaten Bengkulu Utara untuk Desa Datar Ruyung selama 4 Tahun. Ketua BPD Nuroni, SH Dan Kepala Desa Herman Robin serta tokoh masyarakat Asmadi Walk Out/keluar meninggalkan acara musrenbangcam saat pembahasan usulan.
Sebab, dalam pembahasan terhadap pembangunan pemerintah kabupaten  tahun 2020 tidak satupun pembangunan dari pemkab Bengkulu Utara masuk ke desa datar Ruyung.Ketua BPD Desa Datar Ruyung Noroni, SH saat menyampaikan pendapatnya di depan Forum Musrenbangcam
“Kami sangat kecewa dengan pemerintah Bengkulu Utara sebab sudah 3 tahun kami usulkan jalan kami sepanjang 500 Meter yang saat ini dalam keadaan rusak berat tak kunjung juga di perbaiki.Apapun sudah kami lakukan bersama pemerintah desa datar ruyung, proposal dan sebagainya,tapi tidak ada respon,” Jelas Nuroni.
Tambah Ketua BPD,jalan 500 meter ini adalah jalan lingkungan yang sangat di butuhkan masyarakat di mana,jalan tersebut menuju ke tempat areal perkantoran desa datar ruyung, di sana ada Poskesdes, Posyandu, PAUD, Gedung BPD dan Balai Sanggar Seni.
“Karena kami menilai saat warga hamil dan mau melahirkan ke Poskesdes tersebut dengan keadaan jalan saat ini sangat menggangu warga jangan-jangan sakit tambah sakit lagi,dan juga kami sangat kecewa dengan tidak masuk pembangunan jalan lingkungan di desa kami,”keluhnya.
Sementara,pada akhir bulan desember 2018 yang lalu ketua PKK Bengkulu Utara yang nota bene istri Bupati Bengkulu Utara Ir Mian yaitu Ibu Eko Mian,dalam sambutan sufervisi PKK dia berjanji akan membangun jalan tersebut. Saat itu yang hadir juga istri dari kepala Dinas PU Bengkulu Utara Nyonya Heru namun di tunggu sudah 2 Tahun perkataan dan janji ibu Ketua PKK Bengkulu Utara tersebut belum juga terealiasi.
Lebih jauj Nuroni SH yang juga pengacara Bengkulu Utara ini mengatakan, Desa Datar Ruyung sudah mengharumkan Kabupaten Bengkulu Utara, bahwa Desa Datar Ruyung terpilih mengikuti Jambore Nasional tentang Perlindungan Anak terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Bulan November yang lalu, Datar Ruyung bukan wakil desa lagi sudah mewakili Kabupaten Bengkulu Utara dan Provinsi Bengkulu, di mana kita ketahui di Indonesia hanya 68 Kabupaten dapat undangan itu, Provinsi Bengkulu Hanya Desa Datar Ruyung mewakili Bengkulu Utara dan Provinsi Bengkulu, tapi prestasi ini tidak di hargai oleh pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara.
“Ya intinya kami masyarakat sangat kecewa dengan hal ini.Saya Walk Out Bersama kepala desa dan tokoh masyarakat, karena kami dari unsur BPD yang nota bene wakil dari masyarakat sangat kecewa,” Kesalnya.
Kepala Desa Datar Ruyung Herman Robin bersama Sekdes Ibnu Majah, Amd Kom mengatakan wajar ketua BPD, Kepala Desa dan Tokoh masyarakat kecewa, karena mereka sangat berharap dengan pembangunan tersebut karena Dana Desa tidak terkaper untuk membangun.
“Kami setiap tahun mengusulkan Pembangunan Jalan Hotmix Dusun 3 yang di keluhkan oleh ketua BPD tersebut, sudah itu Drainase sepanjang 3 KM sepanjang jalur 2, dimana saat hujan air drainase tersebut masuk kerumah warga namun beberapa kali kami ajukan tetap juga nihil, kalau di lihat prioritas kami rasa siring dan jalan tersebut sangat di butuhkan masyarakat, apa lagi ini untuk masyarakat banyak dan ketiga kami ajukan adalah tiang listrik dusun 3, tapi sampai saat ini juga nihil,” ungkapnya.
Lanjutnya,harapan kami kedepannya pemerintah Bengkulu Utara memprioritaskan Desa Datar Ruyung.Pada APBD Perubahan bisa terealisasi paling tidak pembangunan jalan  lingkungan dengan kualitas Hotmix,sebab sudah 4 tahun ini pembanguanan di desa hanya mengadalkan Dana Desa saja, karena Dana Desa dengan kualitas miliaran rupiah tidak terkaper.Pungkasnya (Jonbew)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.