Shadow

PPDI datangi Dinsos BU, pertanyakan data dikirim Desa terkesan tidak digunakan

BENGKULU UTARA.TUBARSNEWS.COM -Para Pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia wilayah Kabupaten Bengkulu Utara,Sinin (11/5/2020) mendatangi Dinas Sosial (Dinsos).Dengan maksud minta penjelasan tentang data Bantuan Langsung Tunai ( BLT) yang sebelumnya pihak Desa mengirim data terbaru,namun data tersebut terkesan tidak dipergunakan pihak Dinsos,justru Data penerimaan tahun lama bermunculan bahkan ada yang sudah meninggal dunia data tersebut masih terlihat.

Namun sangat disayangkan, ketika PPDI mendatangi Dinsos tidak bisa bertemu langsung dengan Kepala Dinas Sosial Suwanto hanya bisa bertemu Sekdis Dan kabid.Hal itu diutarakan Ketua PPDI Kabupaten Bengkulu Utara Gufron Agus Fuadi,S.Pd

Tambahnya,sekira tanggal 20 April Dinsos melalui TKSK meminta data ke Desa Desa untuk bantuan BLT nantinya. Setelah data terbaru dikirim ternyata tanggal 8 mei 2020 data tersebut terkesan tidak digunakan dan tidak sama sekali mengalami perobahan terbaru.

” Aneh..data yang dikirim selama ini tidak sama dengan data yang diterima pihak Desa.Justru yang keluar data dari Kementrian Sosial langsung,di mana data tersebut warga sudah ada yang meninggal dunia, pindah alamat,PNS,Para Perangkat Desa, BPD,tentu demikian menjadi gejolak ditengah masyarakat,” kata Ketua PPDI Gufron.

Lanjut Ketua PPDI, sementara data yang muncul dari Kementerian tersebut, pihak Desa Se-Kabupaten Bengkulu Utara bawasannya tidak pernah mengirimkan data seperti yang telah dikeluarkan oleh Kementerian saat ini.Ketika ditanyakan ke Sekdis dan Kabid Dinsos mereka juga tidak tahu dari mana Kemensos mengambil data yang terkesan bermasalah.

Dengan begitu,sesuai dengan pernyataan menteri Sosial di salah Satu TV Swasta Ada upgrade /pembaharuan data setiap 3 bulan,maka pihaknya meminta terhadap Dinsos Kabupaten melakukan upgrade rutin data warga miskin di Desa dengan memaksimalkan TKSK di setiap Kecamatan dan didampingi Desa.Karna stigma di tengah Masyarakat para perangkat dengan sengaja memasukan data mereka,itu tidak sama sekali,sedangkan data dari Kemensos bukan saja perangkat melainkan PNS,warga yang sudah meninggal dunia dan data lainnya juga bermunculan.

” Bukan kami ditingkat Desa ini tidak mau di salahkan.Tapi,data yang dikirim dari Desa tidak sesuai dengan data yang dikeluarkan oleh Kemensos,” tutup Ketua PPDI Kabupaten Bengkulu Utara.(Jonbew)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *