Kamis, Desember 2
Shadow

Komplen Dugaan Tangki Modifikasi Berujung Pengeroyokan

TANGGAMUS.TUBARSNEWS.COM-Antri mengisi BBM di SPBU 24.353.98, Pekon Tanjung Heran, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, warga Kecamatan Kota Agung, inisial DN bersama dua rekannya RH dan DI, menjadi korban pengroyokan.

DN mengalami luka lebam dan sobek di bagian pelipis kanan. Atas kejadian itu, korban melapor ke Mapolsek Pugung. Diketahui, korban merupakan anak dari ketua LSM GMBI Kabupaten Tanggamus.

Berdasarkan informasi yang di himpun tim media ini di lokasi sekitara SPBU (TKP). Menurut warga yang juga ikut dalam antrian di SPBU, yang enggan disebut identitasnya, mengatakan, kejadian itu sekitar pukul 20.15 WIB, Sabtu, 13 November 2021.

Situasi SPBU terjadi antrian cukup panjang, mungkin karena terlalu lama mengantri dan memang antrian makin bertambah panjang, ada dua orang pemuda turun dari mobil L300 yang mengantri memuat kelapa, mendekat ke Nozel mesin pengisian BBM saat petugas SPBU yang sedang mengisi BBM pada kendaraan angkutan L300.

“Seketikanya terjadi keributan, dengan petugas SPBU bersama beberapa orang. Mungkin itu, kawan – kawan dari petugas SPBU. Sempat sebelumnya keduanya terlibat cek cok, terdengar juga bahasa keras dari dua pemuda itu kepada petugas SPBU, mana ada mobil L300 isi BBM solar Rp.900 Ribu, tanki minyak seberapa besar. Saat terjadi keributan, pemuda yang terlibat cekcok itu, di keroyok. Ada petugas keamanan SPBU melihat jelas, namun diam dan tidak melerai. Beruntung dua korban bisa lari dan masuk dalam mobilnya dan pergi,”kata sumber menceritakan.

Tim media ini pun mendapat informasi, korban sedang melaporkan kejadian ke Polsek Pugung. Dilokasi, usai pelaporan, korban DN didampingi beberapa orang yang diketahui keluarganya dan sang ayah, DN menceritakan bahwa, dirinya bersama rekannya inisial RH dan DI, sedang mengantri di SPBU tersebut (TKP), sekitar pukul 20.15 WIB, untuk mengisi BBM jenis Solar mobil yang di kendarainya jenis L300.

Antrian semakin lama semakin padat, DN bersama dua rekannya (RH dan DI) melihat ke mesin pengisian BBM Nozel SPBU ada mobil L300 yang sama, mengisi BBM Solar mencapai Rp.900 Ribu. DN terheran, L300 bisa sebanyak itu menampung Solar Rp.900 Ribu, seberapa besar Tangkinya.

Setelah itu, mobil L300 bermuatan kelapa, yang dikendarai DN bersama rekannya RH dan DI, mendekati mesin pengisian BBM tersebut minta di isikan BBM Solar, petugas SPBU mengatakan Solar sudah habis.

“Saya heran ada pemberitahuan dari petugas SPBU itu, solar telah habis. Saya pun mendekati kendaraan saya ke Nozel tetap minta isikan Solar, namun Petugas SPBU itu marah kemudian seketika juga Petugas SPBU itu memanggil rekan-rekannya mengeroyok membabi buta, beruntung bisa meloloskan diri,”kata DN.

Dari kejadian itu, DN mengalami luka lebam dan sobek di pelipis bagian kanan. Dengan segera korban melaporkan kejadian Mapolsek Pugung, yang sebelumnya telah melakuka visum. Dalam pelaporan, disaksikan Kanit Reskrim Polsek Pugung, David, memeriksa dua rekan korban yakni RH dan DI.

Dari ini, Kanit Reskrim David belum bisa memberikan keterangan. (Tim ASOSIASI JURNALIS ONLINE LAMPUNG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *