Gas LPG 3 KG Kembali Langka di Bengkulu Utara

BENGKULU UTARA.TUBARSNEWS.COM – Tabung gas LPG 3 Kg atau sering di sebut gas melon di wilayah  Kabupaten Bengkulu Utara (BU) kembali mengalami kelangkaan.
Saat ini, banyak dikeluhkan demi keluhan bahkan ada yang berkeliling  hingga ke kecematan lain.
Seperti yang di sampaikan ibu rumah tangga  kecematan Hulu Palik,Ibu Minah  (38), Kami selaku petugas di dapur merasa kualahan kebutuhan memasak di rumahnya.
” Alah susah nemen gas saiki yo,Saya kemarin sempat tidak bisa masak karena gas tidak ada, bapaknya mau berangkat kerja aja terpaksa beli nasi bungkus.Karna udah keliling nyari gas ke warung warung ngak pada abis semua,” Keluhnya.
Tambah  Buk Minah,  jika gas itu ada, harganya  agak mahal sedikit dari harga Eceran pasti di beli,mengigat ini sangat di butuhkan.Kalau  harga resminya di pangkalan hanya Rp 16.100. Sedangkan diwarung-warung dijual seharga  mencapai Rp 25 ribu itupun terpaksa di beli.
” Baru langkah sebentar aja pihak pengecer langsung naikin harga, dengan sangat terpaksa kita beli dari pada saya gak masak,” Jelasnya.
Sementara itu, pihak Dinas Perdagangan Kabupaten selaku instansi terkait. Saat dikonfirmasi untuk menanggapi persoalan kelangkaan gas LPG 3 Kg mengungkapkan, bahwa fenomena ini kerap terjadi di penghujung akhir tahun, menyambut hari natal dan tahun baru. Namun pihak Dinas Perdagangan juga mengakui bahwa untuk pengiriman gas LPG 3 Kg ke pangkalan dari agen distributor PT Tirta Arga Mulia dan PT Alam Makmur setiap hari rutin dilakukan.
“Fenomena ini kerap kali terjadi bila memasuki akhir tahun menyambut natal dan tahun baru. Namun untuk pendistribusian dari agen ke setiap pangkalan rutin dilaksanakan setiap hari. Dimana setiap hari dari satu agen saja mendistribusikan satu truknya berisikan 560 tabung gas tiap hari 3 hingga 5 truk yang datang. Hal ini bisa kita katakan karena dari hasil pantaun kita beberapa hari lalu,” kata Kepala Seksi Distribusi Bapoktim Dinas Perdagangan BU, Sutarti, kemarin (11/12).
Ketika disinggung, apa ada terindikasi  kemungkinan ada oknum yang menimbun gas LPG tersebut sehingga membuat kelangkaan ini, Sutarti menuturkan, bahwa pihaknya saat ini belum mendapatkan laporan tersebut. Namun apabila memang ada masyarkat yang mengetahui dan mempunyai bukti apabila ada oknum yang melakukan penimbunan gas LPG 3 Kg ini. Maka pihak Dinas Perdagangan tidak akan diam.
“Untuk saat ini kita belum ada mendapatkan laporan tersebut. Kalau ada tidak mungkin kita sebagai fungsi kontrol tinggal diam,” tuturnya.
Lebih lanjut, Sutarti menyampaikan, bahwa pihaknya akan segera melakukan kembali Operasi Pasar (OP) terkait dengan kelangkaan gas LPG 3 Kg.
“Dengan adanya kelangkaan ini pihak kita akan kembali melakukan OP dalam waktu dekat ini,” tukasnya.(Jonbew)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *