Sabtu, Oktober 23
Shadow

Febri : Pemda Harus Cepat Tanggap, Karna Anak Sekolah Bertaruh Nyawa Lewati Jembatan Rusak

BENGKULU UTARA.TUBARSNEWS.COM –  Jembatan darurat yang menggunakan batang kelapa di Desa Talang Arah, Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara, kembali mencelakai warga setempat.

Kali ini yakni anak sekolah jenjang SMP yang akan berangkat ke sekolah, terjatuh akibat melintas di jembatan tersebut.

Keterangan yang diterima dari Kepala Desa setempat, Roswan Efendi menjelaskan, anak sekolah tersebut jatuh saat akan pergi ke Sekolah pada hari Selasa (18/08/2020).

“Kalau sekarang anaknya sudah di rumah,” jelas Kades, Rabu (19/08/2020).

Lanjut Kades mengatakan, sejak hujan beberapa hari lalu, kondisi jembatan saat ini semakin membahayakan. Dimana tanah yang berada di sisi batang kelapa sudah tergerus air, dan hanya menyisakan batang kelapa.

“Tanah habis semua, tinggal batang kelapa saja, bahaya sekali sekarang, kalau mau lewat ya hati-hati sekali,” ujar Kades.

Roswan menambahkan, sebelumnya memang sudah sering terjadi kecelakaan di jembatan tersebut. Terutama terhadap anak sekolah dan ibu-ibu yang akan berangkat menuju ke pasar.

“Sudah banyak yang jatuh di sana, hari ini saja saya nolong 5 pengendara yang lewat di sana,” katanya lagi.

Kades berharap, agar jembatan tersebut dapat segera diperbaiki, demi keselamatan warga desa setempat.

“Minggu lalu sudah titik nol, tapi belum ada pekerjaan. Saya sudah telfon pemborongnya, katanya dua sampai tiga hari ini akan dikerjakan,” sampai Kades.

Lagi-lagi, hal ini mendapat tanggapan miris dari anggota DPRD Bengkulu Utara, Febri Yurdiman. Ia menilai bahwa Pemda tidak mampu menjamin keselamatan masyarakatnya. Dimana diketahui, jembatan tersebut rusak sudah hampir 2 tahun.

“Nampaknya tradisi kita memang harus ada korban dulu dari masyarakat baru mau segera bergerak diperbaiki,” kata Febri.

Ia juga menegaskan, akibat hal tersebut anak anak harus bertaruh nyawa untuk berangkat ke sekolah.

“Sampaikan ke Bupati dan Kepala Dinas PU itu, bahwa anak anak sekolah kami disini bertaruh nyawa untuk berangkat ke sekolah,” katanya kesal. (Jonbew)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *