Diduga oknum Pejabat MO rendahkan perempuan berakhir damai

BENGKULU UTARA.TUBARSNEWS.COM -Telah berakhir dengan mediasi dan saling memaafkan atas kekhilafan yang telah dilakukan oleh seorang oknum pejabat DPMD yang berinisial MO.Di mana mediasi tersebut dihadiri oleh perempuan berinisial Mamucan dan dipimpin oleh Inspektur Inspektorat Eka Hendriadi dan dibantu oleh Inspektur Pembantu III Arzi’ah, S.Sos bertempat
di ruang Inspektur Inspektorat Selasa (14/1/2020).
Dalam penyampaiannya Mo dihadapan Mamucan meminta maaf atas kekhilafan yang telah dilakukannya. Dalam hal ini, Mo mempertegas, bahwa kekhilafan itu didasari emosi, dan ia pun menyadari hal tersebut setelah semuanya telah terjadi. Terutama, penyesalan yang timbul pasca viral di media sosial.
” Saya kekhilafan dan saya sangat berterimakasih sekali, Mamucan sudah mau bertemu dan bisa saling memaafkan.Saya sendiri merasa terpukul dengan kata-kata saya sendiri dan ini suatu pembelajaran bagi saya,” jelas MO.
Selanjutnya Mamucan dalam hal ini juga mencurahkan perasaannya yang merasa keberatan apa yang diucapkan oleh pak Mo. Ia berawal, hanya ingin Mo ini mendapatkan sanksi. Namun, karena saat ini sudah viral dan secara otomatis tentunya sudah ada sanksi tersendiri yang dialami oleh Mo, ia pun saat ini sudah dapat memaafkan. Ia pun mengingatkan kepada Mo, agar tidak mudah merendahkan orang lain, karena setiap orang itu tidak sama, yang seenaknya bisa direndahkan layaknya perempuan yang biasa menjajakan diri.
“Dengan adanya kejadian ini dan pertemuan ini menjadi pembelajaran kita bersama. Saya sudah memaafkan, dan diharapkan jangan sampai terulang lagi dikemudian hari,” ujarnya Mamucan.
Sementara,Inspektur Inspektorat  Eka Hendriadi mengingatkan kepada Mo bahwa jadikan masalah ini sebuah pelajaran, agar dikemudian hari tidak terulang lagi. Selain itu, kepada Mamucan, ia juga atas nama bupati dan pemerintah meminta agar permasalahan ini dapat selesai secara kekeluargaan. Dimana, setiap manusia itu pasti membuat salah, dan hanya tinggal bagaimana disikapi.
“Masalah ini dapat clear dan rampung tanpa ada dendam dikemudian hari. Semoga saja, dengan kejadian ini dapat menjadi pembelajaran yang berharga, dan tidak terulang lagi serta jangan pernah meremehkan suatu permasalahan yang kecil.Karna jika disepelekan maka akan menjadi lebar dan membesar,” tandas Eka.(Jonbew)

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *