Kamis, Desember 2
Shadow

Total 70 ada15 Sekolah SMP Bengkulu Utara melaksanakan UNBK “Numpang”

BENGKULU UTARA.TUBARSNEWS.COM – Penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk siswa SMP di Kabupaten Bengkulu Utara masih ada yang belum bisa menyelengarakannya di sekolah masing masing. Dari total 70 Sekolah,ada sekitar 15 Sekolah masih menyelengarakan UNBK di sekolah lain atau numpang.

Untuk itu,Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Utara Agus Haryanto melalui Kepala Bidang (Kabid) Kusno menjelaskan diruang Kerjanya Rabu (4/3/2020),bahwa ada sekitar 15 sekolah yang belum bisa menyelengarakan UNBK di sekolah masing masing,disebabkan belum memadai faktor pendukung.Akan tetapi pihak sekolah jangan berkecil hati tentu akan diupayakan berikutnya dan segera diusulkan agar nantinya bisa pemerataan,tahun 2020 ini ada sekitar 3 Sekolah yang mendapat bantuan berupa peralatan untuk UNBK.

” Jadi,dari total 15 Sekolah yang belum bisa menyelengarakan UNBK,untuk tahun ini dan UNBK berikutnya akan mengalami pengurangan menjadi 13 Sekolah nantinya,” jelas Kabid.

Berbagai upaya dan langkah agar semuanya nantinya bisa melaksanakan UNBK di sekolah masing masing lanjut Kabid,pihaknya mengarahkan agar Dana Bos bisa menyisihkan untuk Peralatan UNBK di sekolah yang memang diperlukan.

“Untuk memenuhi kebutuhan komputer agar penyelenggaraan UNBK tahun depan secara maksimal, sekolah harus beli dengan dibantu pemerintah daerah setempat. Penerapan UNBK memang dilakukan secara bertahap,”ungkap Kusno.

Tambahnya, kesuksesan penyelenggaraan UNBK di berbagai daerah terkhusus Kabupaten Bengkulu Utara harus didukung semua pihak. Meski masih ada kendala keterbatasan fasilitas di sekolah-sekolah.Yang menjadi salah satu faktor utama kendalanya terhadap aliran listrik dan jaringan internet pada saat UNBK berlangsung.Untuk itu,pihaknya sudah berkoordinasi terhadap PLN dan Telkomsel agar pada saat UNBK berlangsung nantinya mohon didukung penuh demi suksesnya UNBK di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara

” Kita sudah berkoordinasi baik PLN maupun Telkomsel dan ke Sekolah Sekolah agar menyediakan genset untuk mengantisipasi waspada mati lampu,” jelas Kusno.

Untuk siswa lanjut Kabid, seandainya pada saat UNBK berlangsung,namun ada siswa yang sakit ataupun halangan lainya.Maka pihak Dinas Pendikan sudah mengeluarkan kebijakan agar para siswa bisa ujian susulan berselang satu minggu setelah UNBK usai.

” Ya,kebijakan itu sudah disampaikan.Tapi siswa yang berhalangan sakit atupunnya lainya,tentu tidak banyak,jadi UNBKnya nanti tidak mesti di sekolah mereka masing,” tutup Kusno.(Jonbew)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *