Kamis, Agustus 11
Shadow

Carut Marut Terkait Bantuan PKH dan BPNT, Kepala Pekon Tekad Adakan Rapat Terhadap Pendamping

TUBARNEWS.COM -TANGGAMUS
Kepala Pekon tekad Agus cik gelar rapat pertemuan Antara pendamping PKH, KPM keluarga penerima manfaat PKH , BPNT di balai desa guna menyelesaikan permasalahan yang selama ini sering mendapat aduan dari masyarakat terkait carut marut nya bantuan tersebut 22/12/2021.

Masyarakat pekon tekad penerima Bantuan sosial bersyarat program keluarga harapan (PKH) serta Bantuan pangan nontunai (BPNT) keluarga penerima manfaat (KPM).
Yang dihadiri oleh petugas Korcam (PKH) dan jajaran, hadir juga bapak Edo Ernando sebagai pendamping BPNT kecamatan Pulau Panggung, serta kepala pekon tekad Agus Ciek.

Warga penerima bantuan PKH, BPNT
yang jumlahnya ratusan orang berbondong bondong datang ke Balai desa pekon tekad, menanyakan tentang banyak hal hal yg menurut mereka tidak sesuai diantaranya. Soal penerima program keluarga manfaat (PKH) begitu mau pencairan kartu Atm kami di ambil oleh ketua kelompok nomor pin di minta juga dengan alasan biar gampang cairnya, ujar ibuk Zainab mewakili penerima PKH. lainya tidak disitu saja setelah cair ada pemotongan 20rbu sampai 30rbu rupiah terangnya,

“pak kami di takut takuti kalau tidak di kasih, alasanya kalau ada permasalahan ketua kelompok tidak mau urus, jadi kami takut gak dapat lagi bantuan pak,ujar Zainab.disambut ibuk” di belakang betul betul itu apa yg disampaikan perwkilan kami”

Di tempat yang sama ibuk Heni sebagai penerima BPNT bertanya pada bapak Edo Ernando korcam BPNT kecamatan pak kami terima sembako yang tidak sesuai dengan jumlah rupiah yang di tentukan pemerintah sebesar Rp 200,000,-
Sepontan bpk Ernando menjawab pertanyaan Ibuk Heni, kalau tidak terima atau tidak sesuai di agen/e warung setempat jangan terima, ada agen yang lain contoh di way ilahan muaradua,

Mendengar penjelasan korcam BPNT sepontan kepala pekon tekad Bpk Agus Ciek menyela penyampaian petugas tersebut siapa nama ewarung tanya pak lurah Eka Sisca jawabnya,

Eka Sicka tidak ada warung sekarang. Kenapa siska masih di tunjuk sebagai Ewarung, ini ada apa, pantas saja yg di terima sebagai penerima manfaat protes pak, lanjut pak lurah saya harap petugas bansos di daerah saya jangan coba-coba kong kalingkong, jika kami telusuri ada permainan tidak beres saya tidak segan segan meneruskan ke APH.

Setelah pertemuan di balai desa selesai kami awak media Tubarnews.com menjambangi Ewarung Eka Sisca di kediaman nya, guna mengkonfirmasi Menanyakan kebenaran Agen/
E warung, Eka Siska menjelaskan iya pak, Saya sudah menjadi agen Ewarung kurang lebih sudah tiga tahun, semenjak ada permasalahan rumah tangga warung saya tutup sudah dua tahun.

Kakon tekad berharap saya tidak mau masyarakat saya di bodoh-bodohi oleh oknum yg sipatnya merugikan masyarakat. benahila manejemen sistem kerja, transparan dan akuntabel terhadap publik sehingga kita nyaman dan barokah pungkasnya.(Eko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.