Sabtu, Oktober 23
Shadow

Bayi Penyempitan Hati Butuh Uluran Tangan Para Dermawan

TANGGAMUS.TUBARSNEWS.COM – Bayi 10 bulan bernama Azkia Nursifa Sari putri pertama pasangan dari Ozi Suhardi dan Rina Sari Purwati warga Dusun Jagabaya Pekon (Desa) Sinar Banten Kecamatan Talang Padang Kabupaten Tanggamus divonis dokter penyempitan hati.

Akibat penyakit tersebut bagian perutnya tampak membesar buncit sehingga butuh tindakan medis untuk mengobatinya, namun mengobati penyakit tersebut tentu memerlukan biaya yang lumayan besar. Sedangkan orang tua Bayi hanyalah seorang buruh serabutan tentu terkendala dengan paktor Ekonomi untuk mengobati sang buah hati mereka.

Meski kondisi yang serba kekurangan terhadap ekonomi mereka, itupun sebenarnya orang tua bayi telah membawa buah hatinya berobat ke beberapa Rumah Sakit yang ada di kabupaten Pringsewu dan Kota Bandar Lampung namun belum ada tanda-tanda kesembuhan.

hal itu tentunya, sangat dibutuhkan perhatian pemerintah maupun uluran tangan para dermawan yang peduli terhadap kesehatan bayi yang harusnya sudah dapat menghibur keluarganya dengan segala tingkahnya.

Ozi selaku ayah bayi mengatakan bahwa putri pertamanya tersebut sudah dibawa berobat berkali-kali. Akan tetapi, belum juga menampakkan tanda-tanda kesembuhan.

“Sudah dibawa berobat medis baik ke Pringsewu maupun Bandar Lampung, namun karena keterbatasan biaya, saat ini cuma pengobatan alternatif sekitar rumah,” kata Ayah Bayi saat ditemui di kediamannya, Jumat (28/5/21).

Untuk itu, Ozi berharap ada uluran tangan dari para donatur atau dermawan yang ingin menyisikan rezeki demi kesembuhan putri tercintanya.

“saya sekeluarga sangat mengharapkan bantuan pemerintah, uluran tangan para dermawan dan donatur demi kesembuhan putri saya,” harapnya dengan penuh haru.

Sementara itu menurut Herianto selaku Kadus Jagabaya Pekon Sinar Banten Kecamatan Talang Padang mengatakan, bahwa dirinya sudah berupaya meminta bantuan alakadarnya kepada warga masyarakat setempat untuk meringankan keluarga Azkia Nursifa Sari.

Selain itu juga berkoordinasi dengan Kepala Pekon untuk membuatkan proposal bantuan yang akan disebar kepada keluar yang ada pulau Jawa ataupun di Provinsi Lampung ini.

“Hasil sumbangan dari warga Jagabaya sudah saya serahkan, akan tetapi karena hanya lingkup dusun mungkin hasilnya kurang maksimal, maka dari itu saya berkordinasi dengan Kepala Pekon untuk meminta bantuan dengan lingkup yang lebih besar,” kata Herianto dalam penjelasannya. (Eko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *